Senin, 09 September 2013

Tumbuhkan Karakter Kebangsaan

BENDAN NGISOR - Pengenalan Kampus dan Akademik atau yang lazim disebut Pekaku merupakan kegiatan yang memang diarahkan untuk membentuk karakter kebangsaan utamanya terhadap mahasiswa baru. Oleh karena itu, kegiatan ini jauh dari sifat militeristik.

Hal tersebut dikatakan Rektor Universitas Stikubank (Unisbank) Bambang Suko Priyono ketika menyampaikan pidato penutupan Pekaku di Kampus 2 Unisbank Kendeng. Di hadapan kurang lebih 1000 mahasiswa baru dan pengurus organisasi kemahasiswaan, Suko mengharapkan mahasiswa mempunyai karakter serta jiwa nasionalisme.

“Kondisi bangsa saat ini jelas membutuhkan generasi muda yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Melalui berbagai kegiatan ini, kita menginginkan mahasiswa mempunyai solidaritas serta wawasan luas guna membangun bangsa,” jelasnya.

Kepala bagian Humas Unisbank Sukarman menambahkan, Pekaku ditutup dengan pentas seni dan budaya. “Rencananya kegiatan ini akan diakhiri dengan penanaman 1000 pohon mangrove di pesisir Mangunharjo Semarang yang akan dilaksanakan besok (Minggu, 8/9)," tandasnya. (fai/ton)


*) Tayang di Radar Semarang, 8 September 2013.



Jumat, 07 Juni 2013

Prof Fathur Rokhman Jabat Rektor Unnes

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) kini telah memiliki rektor baru. Prof Fathur Rokhman yang sebelumnya menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (PR IV), kemarin (5/6) dilantik menggantikan Prof Sudijono Sastroatmodjo yang mundur karena mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jateng. Pelantikan pria kelahiran Banyumas 10 Desember 1966 ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh di Kemendikbud Jakarta.

Dalam sambutannya, Mendikbud berharap rektor baru dapat melanjutkan prestasi yang telah diraih pejabat sebelumnya. Dikatakan, di bawah pimpinan Sudijono, Unnes telah mengalami kamajuan pesat.

“Sudah menjadi kewajiban bagi Prof Fathur untuk melanjutkan dengan menguatkan kerja sama dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal,” ujarnya. Sebelum pelantikan ini, jabatan rektor sementara dipegang oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr Agus
Wahyudin sebagai Pelaksana tugas (plt). (mg1/ton/cel)

*) Tayang di Radar Semarang, 06 Juni 2013

 
REKTOR BARU
Mendikbud, Muhammad Nuh melantik Prof Fathur Rokhman menjadi Rektor Unnes di Kantor Kemendikbud Jakarta, kemarin.

Selamatkan Lingkungan Melalui Green School

NGALIYAN – Meningkatnya intensitas hujan, banjir, dan juga naiknya permukaan air laut sehingga mengakibatkan air pasang dan rob merupakan potret lingkungan hidup dewasa ini. Jika tidak segera dilakukan tindakan akan berdampak pada kehidupan sosial dan mempengaruhi kesehatan. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah melalui sekolah hijau atau green school.

Hal tersebut dikemukakan oleh Edi Santoso, Pakar lingkungan dari Univesitas Diponegoro saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Hari Besar Lingkungan Hidup yang digelar di IAIN Walisongo, Selasa (4/5) kemarin. Dalam seminar bertema Pendidikan Cinta Lingkungan; Terobosan menuju Green Revolution tersebut juga menghadirkan M. Arief Zayyn, Manager Program WALHI Jateng sebagai pembicara kedua.

Edi santoso menjelaskan bahwa sekolah merupakan lembaga yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas yang ada di dalamnya.

Selain itu, sekolah merupakan sistem pendidikan yang berorientasi pada pembentukan dan pengembangan kognisi, sikap, dan perilaku yang ramah lingkungan. “Jadi, yang terpenting bukan hanya sekolah itu hijau dalam arti fisik, namun juga harus terbangun kesadaran dan perilaku yang dijiwai nilai-nilai lingkungan,” ujarnya.

Dikatakan, pendidikan lingkungan sejak dini di dalam keluarga juga tidak boleh diabaikan. Penanaman pengetahuan, sikap, dan perilaku yang ramah lingkungan sejak dini di keluarga
menjadi kunci utama. Sebab, Anak merupakan agen perubahan yang sangat potensial. “Perlu kerjasama antara pendidikan formal (sekolah) dengan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan aman bagi anak didik. Selain itu, juga menjadi pembelajaran yang efektif bagi siswa,” ungkap Edi.

Sementara itu, M Arif Zayyn lebih menyoroti kepada darurat ekologi Indonesia. Dikatakan, meski Indonesia mempunyai kekayaan alam yang melimpah seperti hutan mangrove, terumbu karang, perikanan, dan sumber energi, namun kenyataanya masyarakat belum bisa menjaganya dengan maksimal.

“Banyaknya laut yang rusak dan menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah serta wilayah pesisir yang sangat mengkhawatirkan menjadi bukti bahwa usaha menyelamatkan lingkungan di negara ini harus segera dilakukan,” jelasnya. (mg1/ida)

*) Tayang di Radar Semarang, 06 Juni 2013

Sabtu, 11 Mei 2013

Diduga Kelaparan, Meninggal

KENDAL – Warga desa Karangtengah kecamatan Kaliwungu, kemarin (3/5) digegerkan dengan penemuan sosok mayat tanpa identitas. Mayat berjenis kelamin wanita tersebut ditemukan tewas tergeletak di depan toko bangunan dekat jalur pantura. Melihat kondisi korban yang kurus kering, diduga korban tewas akibat kelaparan. Polisi dan petugas kesehatan yang memeriksa di lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Sokib, salah seorang saksi melihat korban sudah tergeletak dan tidak bergerak di depan toko bangunan. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 07.30 WIB. Meski tidak mengenali korban, ia mengaku tidak asing dengan wajahnya. “Kalau identitas korban saya tidak tahu. Namun, saya sering lihat ia mondar-mandir di sekitar sini meminta makanan kepada warga,” jelasnya. Korban yang ditaksir berumur 50 tahun tersebut ditemukan tewas dengan mengenakan baju berwarna ungu dengan mengenakan kain penutup. Kulitnya coklat dan berambut lurus. Untuk proses identifikasi, petugas memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian.
Kapolsek Kaliwungu AKP Dian Kusumasmoro menjelaskan, setelah melakukan proses identifikasi, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ia berkesimpulan korban meninggal akibat sakit dan warga tidak ada yang mengenalinya. “Setelah ini korban akan kami serahkan ke pihak desa setempat untuk dimakamkan di pemakaman umum,” jelasnya. (mg1/ton)
*) Tayang di Radar Semarang, 4 Mei 2013

Senin, 29 April 2013

Kepala BPBD Kendal Dipanggil Panwaslu


KENDAL – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Paul Simamora, Selasa (23/4) dipanggil Panitia Pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal. Pemanggilan tersebut terkait penggunaan mobil dinas saat mengikuti deklarasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko di Solo 14 April yang lalu.
Mobil dinas dengan nopol H 69 D tersebut ditemukan Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Jateng di sekitar Stadion Manahan Solo tempat deklarasi berlangsung. Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kendal, Ubaidillah menjelaskan, pihaknya memang sengaja memanggil Kepala BPBD Kendal untuk dimintai klarifikasi terkait temuan Bawaslu Jateng tersebut.
“Dalam klarifikasinya, Paul Simamora mengakui mobil tersebut memang mobil dinas Kepala BPBD Kendal. Namun, ia membantah jika hendak mengikuti deklarasi,” jelasnya.
Ubaidillah menambahkan, menurut pengakuan Paul, dirinya hanya terjebak di pinggir jalan di depan pintu gerbang stadion. “Paul hanya mengatakan, akan menjenguk pamannya yang sakit, dan saat hendak melintas di kawasan stadion terjebak kemacetan,” paparnya.
Dijelaskan, klarifikasi dari Paul akan dijadikan bahan dan dikaji ulang dengan mengumpulkan bukti dan keterangan dari Bawaslu dan Panwaslu Kabupaten Surakarta. “Jika memang (Paul) terbukti ikut dalam deklarasi tersebut, akan kita laporkan ke pimpinan untuk diberikan sanksi,” jelasnya.
Terpisah, Paul Simamora saat ditemui di kantor BPBD Kendal mengatakan, pihaknya saat itu memang ada di Solo. Namun, ia berkilah jika hendak mengikuti kegiatan deklarasi tersebut. “Ketika itu ada kemacetan, lalu saya disuruh belok. Tiba-tiba ada rombongan Ganjar dari belakang. Lha wong mobil saya di luar (stadion) gitu kok,” ujarnya menegaskan. (mg1/ric)

*) Tayang di Radar Semarang, 24 April 2013
DIKLARIFIKASI
Mobil Dinas Kepala BPBD Kendal tertangkap sedang parkir di sekitar Stadion Manahan Solo saat deklarasi Pasangan Ganjar-Heru, 14 April lalu.

Kejar Target, KPP Gandeng Polres

KENDAL – Untuk memenuhi target pajak pada tahun 2013, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang, yang membawahi Kabupaten Kendal dan Batang, mengandeng Kepala Daerah dan Kepala Resor Masing-masing Kabupaten.
Kerjasama tersebut meliputi sosialisasi kepada wajib pajak dan pendampingan kepada petugas pajak yang mendatangi wajib pajak yang kurang kooperatif. Kepala KPP Pratama Batang, Eka Damayanti Unggianingsih, mengatakan kerjasama tersebut sebagai upaya untuk memenuhi target pajak yang pada tahun 2013 mengalami kenaikan 50 persen dari tahun sebelumnya. Target pajak tersebut meliputi pajak penghasilan (PPH), pajak pertambahan  nilai (PPN) dan pajak lainnya (PL) diluar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
 “Tahun lalu (2012, Red) target pajak kita Rp 212 miliar dan terealisasi Rp 288 miliar. Namun, untuk tahun ini target tersebut naik hampir 50 persen menjadi 311,431 miliar. Untuk itu, dibutuhkan dari semua pihak untuk memenuhi target tersebut,” jelasnya.
“Khusus dengan Polres Kendal dan Batang, kami telah menindak lanjuti perjanjian penanda tanganan kerja sama antara Menteri Keuangan dan Kapolri,” jelas Eka, kemarin.
Kapolres Kendal, AKBP Asep Jenal saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Pada prinsipnya, pihaknya siap membantu petugas pajak, baik melakukan sosialisasi dan penagihan pajak. “Kami siap membantu, meski tanpa diminta sekalipun. Sebab hal itu sudah menjadi kewajiban kami,” paparnya. (mg1/ric)

*) Tayang di Radar Semarang, 24 April 2013

Ratusan Pasangan Atribut Pasangan Calon Ditertibkan


KENDAL – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kendal bekerjasama dengan Satuan polisi Pamong Praja (Ssatpol PP) menertibkan atribut calon gubernur dan wakil gubernur yang ada di Kabupaten tersebut, kemarin (23/4). Atribut tersebut dinilai melanggar aturan pemasangan sehingga harus ditertibkan.
Ketua Panwaslu Kendal, Supriyadi mengatakan, kegiatan ini akan terus dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati yang mengharuskan tempat-tempat umum harus bersih dari segala atribut kampanye. “Saat ini, kami fokuskan di jalan protokol. Yaitu mulai dari Kodim sampai Polres,” jelasnya.
Banyaknya poster maupun baliho pilgub yang menghiasi jalan utama Kota Kendal tersebut membuat Panwaslu turun tangan secara langsung untuk menertibkannya. Sebagian atribut tersebut dipaku di pohon dan diikat pada tiang listrik maupun tiang telepon. “Bahkan ada juga yang berbentuk baliho besar di tengah jalan,” imbuhnya.
Selain menertibkan atribut-atribut kecil yang ada di pinggir jalan, mereka juga menurunkan baliho besar pasangan cagub dan cawagub Bibit Waluyo dan Sudijono yang ada di papan reklame di depan kantor Telkom. Begitu juga baliho besar pasangan HP-Don dan Ganjar-Heru yang ada di taman kota Kendal.
Penertiban tersebut, ujar Supriyadi, dilakukan secara serentak di seluruh Kabupaten Kendal dengan sasaran atribut calon pasangan gubernur dan wakil gubernur.  Baliho dan spanduk tersebut kemudian diamankan di kantor Satpol PP untuk diambil oleh masing-masing tim kampanye pasangan calon. “Penertiban ini serentak dilakukan di 20 kecamatan yang ada di kabupaten Kendal,” tegas Supriyadi.
Sementara itu, Panwaslu Kabupaten Demak bersama Satpol PP, kemarin, menyita ratusan lembar atribut liar yang dipasang sembarangan di tempat-tempat yang dilarang. Diantaranya, dipaku di pohon, jembatan, dan lainnya. Operasi penertiban baliho cagub-cawagub dan lambang parpol tersebut digalakkan di beberapa lokasi di tiga kecamatan, yakni kecamatan Demak Kota, Wonosalam dan Karangtengah.
Hasilnya, Panwaslu berhasil mencopot 173 baliho cagub-cawagub dan 90 bendara parpol. Ketua Panwaskab Demak, Khoirul Saleh mengungkapkan, penertiban ini dilakukan sesuai dengan SK Bupati Demak Nomor 273/58/2013 tentang tempat kampanye dan alat peraga. Menurut dia, atribut dan alat peraga itu telah melanggar aturan karena dipasang tidak pada tempatnya, termasuk di tempat lembaga pendidikan. “Yang paling banyak dipasang di jembatan, termasuk di jembatan Kracaan dan jembatan Cabean,” ungkapnya. Khoirul menambahkan, atribut liar itu dimasukkan di gudang dan pihak pemilik dipersilahkan untuk mengambilnya. (mg1/hib/ric)

*) Tayang di Radar Semarang, 24 April 2013
DIROBOHKAN
Gabungan Panwaslu Kendal dan Satpol PP merobohkan baliho salah satu pasangan calon yang dinilai melanggar aturan, kemarin.

Selasa, 23 April 2013

BNN Kendal Sasar 10 Perusahaan

KENDAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal kembali mengampanyekan kawasan bebas narkoba di perusahan swasta dan milik pemerintah. Salah satunya, seperti yang digelar di PT. Industri Gula Nusantara (IGN), kemarin (16/4).
Kegiatan betujuan membentuk kader penyuluh di perusahaan yang notabene memiliki banyak karyawan. Kepala BNN Kendal, Teguh Budi Sulistiyo mengatakan, pihaknya akan gencar menggelar sosialisasi. Utamanya, kepada karyawan perusahaan-perusahaan. Baik perusahaan swasta maupun milik daerah.
Tahun ini, BNN menargetkan sepuluh perusahaan di Kendal. “Tahun lalu, kita sudah melakukan sosialisasi pada delapan perusahaan. Saat ini kami tambah dua jadi sepuluh,” jelasnya.
Sepuluh perusahaan tersebut, meliputi PT Kayu Lapis Indonesia, Rimba Partikel Indonesia, Asia Pasifik Fiber, Tossa, Sari Tembakau dan Perusahaan Daerah milik Pemkab.
“Ini (IGN, red) perusahaan kedua yang telah kami lakukan sosialisasi.” (mg1/isk/cel)


*) Tayang di Radar Semarang, 17 April 2013

Temukan Ular Sanca, Hampir digigit


KENDAL – Warga Juwiring Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal digegerkan oleh penemuan ular sepanjang 3,2 meter. Ular tersebut ditemukan di area kebun milik warga dekat persawahan.
Penemuan ular sanca ini, kali pertama diketemukan oleh Akhmad Sokhid, 30, warga Juwiring RT 06 RW 2 kecamatan Cepiring. “Ular ini kami tangkap bersama tiga teman saya,” ujar Sokhid seraya memamerkan ular tangkapannya, kemarin (22/4).
Saat ditemui di rumahnya, Sokhid mengatakan, pihaknya menemukan ular tersebut pada hari Minggu (21/4) sekitar pukul 20.00. Ketika itu ia sedang melaksanakan ronda beserta teman-temannya.
Awalnya ia melihat tubuh ular yang melintas di jalan. Sebagian kepalanya telah masuk ke dalam selokan. Merasa penasaran dengan sosok tersebut, kemudian ia menariknya dan mengajak teman-temannya untuk mengangkatnya. Sebelumya, ia sempat ragu bahwa itu ular betulan. “Soalnya di daerah sini katanya banyak ular jadi-jadian,” imbuhnya.
“Saya hampir digigit, Mas. Namun karena kepala ular tersebut berhasil saya pegang, akhirnya ular tersebut hanya melilit tangan saya. Kemudian oleh teman saya, ular tersebut langsung diangkat dan diamankan,” jelasnya. (mg1/ric)

*) Tayang di Radar Semarang, 23 April 2013

 ULAR SANCA
Ahmad Sokhid (kiri) menunjukkan ular temuannya sepanjang 3,2 meter dengan berat 15 kilogram.

Lembar Jawab Unas Mudah Sobek

KENDAL – Kualitas kertas lembar jawab ujian nasional (LJUN) kembali dikeluhkan peserta unas tingkat SMP hari pertama kemarin (22/4). Lembar jawaban yang tipis dan kualitas kertas buruk sempat mengganggu konsentrasi siswa dalam mengerjakan soal ujian.
Seperti yang dikeluhkan oleh Iskandar Ali, 14, siswa kelas SMP Negeri 1 Kendal. Ia mengaku sangat kesulitan ketika harus mengerjakan pada lembar jawab. “Harus hati-hati untuk mengerjakannya. Kertasnya tipis dan mudah sobek,” jelasnya.
Ketika Iskandar akan menghapus, lingkaran pada pilihan ABC pun ikut kehapus. Tak ayal, ia pun harus ekstra hati-hati untuk melingkarinya. Ia berharap, lembar jawab UN selanjutnya diperbaiki, sehingga mudah untuk dikerjakan. “Biar saya bisa cepat selesainya,” harapnya.
Keluhan senada disampaikan Winda, 15. Ia mengaku harus hati-hati ketika ingin menghapus lingkaran yang salah. Tipisnya kertas juga menjadi penyebabnya. “Salah tekan bisa-bisa bolong,” imbuhnya.
Kepala SMP Negeri 1 Kendal Sri Hardanto saat dikonfirmasi membenarkan hal terebut. Untuk mengantisipasinya, ia kerap mengingatkan siswa-siswanya untuk selalu berhati-hati dalam mengerjakan. “Ya, semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” harapnya.
Meski ada beberapa keluhan, Sri Handarto mengklaim untuk pelaksanan unas kali ini berjalan lancar. Dari total 255 siswanya, tercatat hadir semua. Selain itu, pengiriman soal tidak ada keterlambatan. “Saya optimistis sekolah kami bisa lulus seratus persen,” ujarnya.
Kemarin, seluruh siswa SMP dan sederajat melaksanakan unas hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk hari ini, mereka akan mengerjakan Bahasa Inggris, besok Matematika dan lusa IPA.
Terpisah, kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kendal, Muryono, juga mengakui adanya soal kualitas LJUN  yang buruk. Pihkanya mengaku akan memberikan masukan kepada pihak pemindai pengolah LJUN setara SMP/MTs dan kejar paket B tersebut. Sehingga tidak merugikan para peserta unas. “Ya Mas, kami melihat LJUN ini tipis. Kami akan memberikan masukan kepada PT Wahana Selaku pemindai pengolah nilai LJUN setingkat SMP/MTs dan kejar paket B. Sehingga bisa diantisipasi jangan sampai peserta unas dirugikan,” ujarnya.
Total peserta UN setingkat SMP/MTs tahun ini mencapai 15.143 siswa. Mereka terdiri atas 14.431 siswa SMP/MTs/SMPT/SMPLB dan 712 merupakan siswa kejar paket B. (mg1/aro/cel)

*) Tayang di Radar Semarang, 23 April 2013
TERTIB
Meski terkendala tipisnya lembar jawab ujian, siswa SMP Negeri 1 Kendal tertib mengerjakan Unas

Sabtu, 20 April 2013

Pesta Ganja, Pelajar Dibekuk

KENDAL – Satuan Narkoba Polres Kendal bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal berhasil membekuk sepuluh tersangka.
Mereka merupakan pengedar dan pengguna narkoba dari tiga jaringan berbeda. Dua di antaranya adalah pelajar.
Jaringan pertama, pengedar ganja dengan barang bukti seperempat kilogram ganja. Yaitu Andre Wibowo, 20; Andika Yogi Lois, 19; dan Rifqi Irfan Nugroho. Andre menyimpan dan menguasai narkotika golongan 1 jenis ganja sebanyak dua paket.
Ia mengaku mendapat barang haram tersebut, dengan membeli sebanyak empat paket. Harga per paket Rp 50 ribu. Narkoba dibeli dari tersangka Andika Yogi.
Dari Yogi, berhasil diungkap Rifqi, warga Gebanganom Wetan, yang juga seorang bandar. Ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari Jakarta.
Jaringan kedua pemakai dan pengedar sabu-sabu. Pelakunya, Pratomo, 41; dan Dian Syah Yudi Nurachman, 32. Pratomo ditangkap pada Kamis (7/3) pukul 22.00 di seberang jalan lokalisasi Gambilangu.
Dari pengakuan Pratomo, terseret nama Dian Syah. Dian ditangkap pada Jum’at (8/3), pukul 02.00 di depan kios kelontong di desa Sumberjo, Kaliwungu.
Jaringan ketiga, adalah lima orang yang tertangkap saat berpesta ganja di Stasiun Kereta Api Kalibodri. Mereka adalah Abdul Hamid Amar, Nur Kholis, MK, MT, dan ASH. Tiga terakhir masih remaja.
Kasat Narkoba, AKP Bagiyo Prayitno mengatakan, para tersangka bakal dijerat pasal berbeda-beda. Ancaman hukumannya, maksimal 20 tahun. (mg1/isk/cel)

*) Tayang di Radar Semarang, 17 April 2013
GELAR PERKARA
Tersangka diinterogasi AKP Bagiyo Prayitno saat gelar perkara di Polres Kendal, kemarin

Tampilkan Srikandi Senopati

KENDAL – Kabupaten Kendal kembali mendapat kehormatan, dipercaya mewakili Jateng, pada gelaran Parade Budaya Nusantara. Kegiatan ini dihelat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 20-21 April mendatang.
Ini kali keempat Kendal menjadi wakil Jateng. Sebelumnya, pada 2002 (masuk nominasi), 2005 (masuk 5 besar), dan 2009 (pentas khusus dihadiri para duta besar).
Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, selama ini Kendal menjadi primadona dalam hal kesenian.
Dalam pentas nanti, Kendal akan menampilkan Sendratari Parikesit Winisuda (Ratuning Jagad) dengan basis wayang orang berkekuatan 54 seniman.
Sementara dalam pawai budaya nusantara, Kendal akan melakonkan Sendratari wayang Srikandi Senopati. Juga Batik Carnival yang divisualisasikan dalam rombongan raja-raja dari seribu negara. “Kita mendapat nomor urut sepuluh dari 20 peserta yang mewakili masing-masing provinsi.”
Dalam pementasan tersebut, Bupati Widya akan terjun langsung memerankan sebagai sosok Srikandi, senopati wanita terkenal dalam pewayangan.
Widya juga akan naik kereta teratai emas dengan kawalan parjurit putri. “Kebetulan kita memiliki bupati seorang wanita yang berhasil dalam memimpin daerahnya,” jelas Ketua Dewan Kesenian Kendal, Itos Budi Santoso.
Dalam parade tersebut, juga akan ditampilkan panggung garuda, para raksasa, dan kiai Setyo Manunggal. Semua akan diarak bersama barisan spanduk, bendera, lambang Jateng, lambang kabupaten Kendal, dan umbul-umbul. “Setelah ini kita akan lakukan geladi bersih.” (mg1/isk/cel)


*) Tayang di Radar Semarang, 17 April 2013
SRIKANDI
Para Peserta pentas seni dan budaya saat g
eladi bersih di halaman Pendopo Kabupaten Kendal

Kamis, 11 April 2013

Anya Wardoyo, Petenis Muda Berprestasi 'Berlatih Tiga Jam Sehari, Ingin jadi Maria Sarapova'

LANGGANAN JAWARA
Anya saat berlatih tenis.

Ungkapan kecil-kecil cabe rawit layak disematkan pada Anya Wardoyo. ketika teman-teman seusianya sibuk bermain, ia justru pilih mengejar prestasi di bidang tenis lapangan. Puluhan gelar telah ia raih, baik lokal maupun nasional.
Nama lengkapnya, Fatima Andwidatu Wardoyo. Tapi, gadis lincah ini intim disapa Anya Wardoyo merupakan. Ia salah satu petenis remaja yang telah beberapa kali mengharumkan nama kota semarang.
Perempuan kelahiran 15 Oktober 2002 itu, berkali-kali menyabet gelar jawara di ajang kejuaraan tenis lapangan.
Pada 2012 saja, ia telah telah mengoleksi sekitar 20 medali. Antara lain, juara I tunggal putri kelompok umur (KU) 10 di Sultan Agung Bantul DIY; Juara I Sportama Phinisi Yunior Nasional Super Series di Cilacap.
Predikat lainnya,  juara I tunggal putri tonis KU 14 Piala Rektor Unnes, juara II tunggal putri Tegal Open, juara III ganda putri KU 10 Kejurnas Malang Open, Juara III tenis putri tingkat kota Semarang. Anya juga pernah menyabet juara IV dalam Pekan Olahraga Tenis Nasional di Jakarta.
“Sebenarnya masih banyak lagi, tapi saya lupa,” jawabnya polos. Januari lalu, Anya menjadi semifinalis tunggal putri kelompok umur (KU) 12 tahun pada even AFR Turnamen Remaja Putri di lapangan Manahan Solo.
Anya menyukai tenis lapangan sejak kelas 2 SD. Awalnya, ia hanya ikut-ikutan ayah dan kakaknya.
Saking seringnya ikut, lama-lama ia kepincut juga. Tak tanggung-taggung, ia langsung bergabung dengan Smart Tennis Semarang di Tambora, Jatingaleh, besutan Terry Sugijatti.
“Yang pertama mengajari saya main (tenis) itu bapak. Karena bapak sibuk kerja, jadi saya minta masuk sekolah tenis,” jelasnya.
Pelajar kelas V SDIT Cahaya Bangsa ini mengaku, sukses yang ia raih, karena rajin berlatih dan berdoa. “Dalam sehari, saya biasanya berlatih tiga jam selama lima hari dalam seminggu,” ucapnya.
Selain itu, bagi Anya, dukungan keluarga dan juga teman-teman sangat berpengaruh. “ Tiap tiap kali mengikuti turnamen, saya sering didoakan pak guru dan teman-teman di sekolah,” akunya.
karena masih bersekolah, Anya mengaku, kadang merasa terganggu dengan jadwal turnamen yang berbarengan dengan tes sekolah.
“Terpaksanya ya ikut ujian susulan. Tapi dari sekolah sudah memaklumi kok.
Warga Graha Taman Bunga BSB B4 No 8 Mijen kota Semarang ini  bercita-cita ingin menjadi seperti Maria Sarapova, petenis putri nomer satu dunia. Ia akan terus berlatih agar cita-citanya tercapai. “Saya juga ingin seperti Victoria Azarenka,” tuturnya.
Sang ayah, Jitu Nove Wardoyo, 42, mengaku tidak pernah memaksa anaknya menjadi petenis. “Mungkin karena sering lihat saya main, jadi ingin mengikuti,” jelas pria kelahiran Purworejo ini. 
Menurut Jitu, bermain tenis hanya untuk mengisi waktu saja. Namun, setelah melihat anaknya punya bakat dan bisa mewarnai dunia tenis, ia sepakat untuk menyeriusi. “Kebetulan anaknya juga mau.”
Selain Anya, putra pertamanya, Manggi Waldi Fabian Wardoyo, juga mengikuti jejaknya. Ia dan istri mendukung penuh keinginan anak-anaknya berkarir di tenis. “Biasanya, tiap akhir pekan, selalu saya jenguk,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan putra-putrinya menjadi pemain tenis kelas dunia seperti yang mereka cita-citakan. “Sebagai orang tua, saya hanya bisa mendukung.
Dalam waktu dekat, Anya berencana mengikuti kejuaran tenis lapangan tingkat nasional yang digelar Apkomindo di Ambarawa, April mendatang. Untuk itu, Anya kini serius berlatih dan konsisten dengan latihannya. “Saya juga tak lupa minta doa dari teman-teman,” harapnya. (ahmad faishol/isk)

*) Tayang di Radar Semarang, 9 April 2013

Kamis, 04 April 2013

RGM One FM, Radio Komunitas IAIN Walisongo 'Penyiar Tak digaji, Gandeng Sponsor dengan Acara Off Air'


HOBI - Penyar RGM One FM, di ruang siar

Jika Anda bermukim di wilayah Ngaliyan, pasti tak asing dengan nama RGM One FM. Radio Komunitas milik IAIN Walisongo ini, sangat dikenal di kalangan mahasiswa.
Jangan bayangkan studio radio mahasiswa ini mewah. Sebaliknya, sangat sederhana untuk sebuah studio.
Hanya ada dua ruangan kecil berukuran 3 x 3 meter. Ruangan itu berisi komputer, mikrofon, headset, dan audio mixer. “Selamat datang di studio kami. Silahkan masuk,” sambut Direktur RGM One FM, Sugiono.
Toh, di balik kesederhanaan tersebut, ternyata telah lahir talenta-talenta berbakat yang membawa nama harum RGM One FM dan IAIN Walisongo.
Sebut saja Nadhif Adhie atau yang akrab dipanggil Abah Nadhif. Pria bertubuh tambun ini sekarang telah menjadi bos radio di daerah Boyolali. Ia punya lima studio radio. “Abah Nadhif itu lah pendiri komunitas ini,” jelas Gigie, panggilan akrab Sugiono.
Tak hanya dalam bidang broadcasting, alumni komunitas ini juga banyak yang sukses dalam dunia entertain. Siapa yang tak kenal Rebondang Souza, presenter gokil salah satu stasiun TV swasta nasional, ternyata jebolan dari RGM One.
Ada lagi, Rifqi Aulia Erlangga, presenter TVRI Jawa Tegah, sekaligus dosen di beberapa universitas ternama di Semarang.
“Pokoknya masih banyak. Ada yang jadi manager, teknisi, ada juga yang masih bekerja di radio komersial. Hebatnya, mereka masih mau menjalin komunikasi dengan kita,” imbuh mahasiswa asal Demak ini.
RGM One didirikan pada 27 agustus 1994 silam. Tujuannya menfasilitasi siapa saja yang ingin mengembangkan diri di bidang broadcasting.
Terlebih, ketika itu, belum banyak radio komunitas. Tak hanya belajar di bidang penyiaran, mereka juga belajar public speaking.
 Anggota RGM tak terbatas mahasiswa IAIN. Sebaliknya, terbuka untuk lintas universitas. “Bahkan ada beberapa anak SMA yang bergabung di sini,” jelas pria menjabat direktur sejak januari 2013 silam.
Fatur Rahman, 21, salah satu kru RGM One FM, mengaku senang menjadi bagian dari radio komunitas ini. Meski, kadang ada beberapa alat yang rusak, ia mengklaim kegiatan tetap jalan.
“Namanya juga radio komunitas, ya beda dengan radio profesional. Tapi saya suka, teman-teman sangat solid,” jelas mahasiswa Fakultas Ushuluddin semester VI ini.
Radio komunitas, jelas Fatur, tidak diperkenankan mencari iklan komersial. Untuk mengantisipasi, ia dan teman-teman kerap menggelar kegiatan off air, dengan menggandeng sponsor.
“Biasanya dalam bentuk acara publik seperti parade band, festival anak sholeh, juga stand up comedy,” jelas mahasiswa asal Batang ini.
Upaya lain, mengajukan permohonan dana kepada kampus untuk perawatan alat. Sebab radio ini salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Karena itu, masih dijatah IAIN, meski nilainya sangat terbatas.
“Untuk peralatan harus selalu di upgrade tiap tahunnya,” jelas mantan direktur RGM One FM periode 2011-2012 ini.
Radio yang dulu bernama Radio Gema Mahasiswa Islam ini fokus pada generasi muda, utamanya mahasiswa. Maka, tidak heran ketika mengudara, kerap terdengar kata intelektual muda. Kata itu merupakan panggilan akrab pendengar setia radio yang berada di frekuensi 107.7 FM ini.
Biasanya, kata tersebut akan disambung dengan kata Kenali Dirimu Untuk Mengenal Tuhanmu. Kalimat itu merupakan slogan radio komunitas RGM One FM agar pendengarnya selalu bisa mengintrospeksi diri.
Banyak kegiatan yang mereka jalankan. Mulai pagi, pukul 07.00 hingga 01.00. Acara-acara yang disajikan pun pro-anak muda. Selain musik, ada juga talk show dan diskusi. Bahkan, kadang mereka diminta mengisi pelatihan broadcasting di kampus lain. “Pokoknya acara yang bermanfaat bagi anak muda,” jelas Gigie.
Meski jangkauan radio komunitas ini terbatas hanya 6-10 km, namun respons dari masyarakat cukup bagus. Tidak hanya mahasiswa, anak-anak di kompleks kampus pun memberi feedback luar biasa. Bahkan ibu-ibu penjual di warung pun mengaku menjadi pendengar setianya. “Ada juga pendengar dari daerah Manyaran yang sengaja mendatangi kantor hanya untuk berkenalan dengan penyiarnya,” kata Gigie, bangga.
Salah satu rencana yang ingin direalisasikan, dalam waktu dekat ini, membuat digital broadcast radio link. Atau, lazim disebut radio streaming. “Jika rencana sudah terealisasikan, siaran kami bisa didengar sampai mancanegara.”
Gigie menuturkan, apa yang dilakukan para kru RGM One, semua didasari atas hobby. Meski dengan kru 35 orang, tapi jika didasari keterpaksaan, pasti tidak akan jalan. “Walaupun kami tidak dibayar, kita tetap enjoy menjalani. Kita niatnya untuk belajar.”
Ke depan, mereka berharap bisa terus eksis dan menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif. (ahmad faishol/isk/cel)


*) dimuat di Radar Semarang, 4 April 2013 

Rabu, 03 April 2013

Tiket Tawang Jaya Jadi Rp 80 Ribu


PURWOSARI– PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai Senin (1/4) mulai menghentikan KA Tawang Jaya AC non-AC jurusan Semarang Poncol-Pasar Senen Jakarta. Sebagai gantinya, dioperasikan KA Tawang Jaya AC. Akibatnya, harga tiket yang semula Rp 35 ribu melonjak menjadi Rp 80 ribu.
“Ini merupakan salah satu realisasi kami (PT KAI, Red) yang menggariskan seluruh kereta api jarak jauh dan menengah telah menggunakan AC pada 2013,” Jelas Manager Humas Daop IV PT KAI Semarang, Surono, kemarin (01/04).
Dikatakannya, kenaikan harga tiket tersebut masih dalam batas kewajaran. Hal ini mengingat adanya penambahan fasilitas pendingin ruangan yang ada dalam masing-masing gerbong. "Penyesuaian ini diperlukan untuk menutup peningkatan biaya operasional penggunaan AC," jelasnya.
Harga tersebut, lanjut Surono, nantiya dapat berubah-berubah sesuai kondisi namun masih dalam batas yang ditentukan. “Batas bawah adalah Rp 75 ribu dan batas atas adalah Rp 200 ribu,” imbuhnya.
Meski mengalami kenaikan lebih dari 100 persen, Surono mengklaim animo masyarakat untuk menggunakan KA Tawang Jaya masih tinggi. Siang kemarin, Dari 848 tempat duduk yang ada dalam 8 gerbong, tercatat tinggal 60 tempat duduk yang tersisa. (mg1/ton/cel)


*) dimuat di Radar Semarang, 2 April 2013

Minggu, 31 Maret 2013

Kecerdasan Nabi Dapat Diwariskan


NGALIYAN – Seorang Nabi pasti adalah orang yang sangat cerdas. Tak hanya cerdas dalam pikiran, tetapi juga dalam tindakan. Hal tersebut dikarenakan ada hubungan yang baik antara ia dan Tuhannya. Penghubungnya melalui kalam Tuhan. Ternyata, kecerdasan tersebut dapat diwariskan kepada siapa saja yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Demikian hasil temuan Zainul Adzfar, 39, dosen IAIN Walisongo dalam penelitiannya baru-baru ini. Doktor jebolan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta ini menjelaskan, kecerdasan nabi bersifat terbuka. Tak hanya umat Islam, orang nonmuslim pun dapat mengaksesnya. Jika nabi dihubungkan dengan wahyu, maka manusia setelahnya melalui ilham. “Orang inilah yang mendapat ilmu laduni,” jelasnya.
Kecerdasan kenabian berbeda dengan konsep kecerdasan pada umumnya. Ia diperoleh berkat kesucian jiwa dan kedekatan manusia dengan Tuhannya. Mereka yang berhasil mempertahankan kesucian jiwa dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, akan terpilih menjadi pewaris kecerdasan kenabian dengan sebutan Wali.
Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa kenabian akan terus ada. Nabi sendiri mempunyai sifat, attitude, dan juga ketahanan diri. Hal-hal tersebut yang ditiru manusia. “Orang Kristen pun dapat meniru kecerdasan Yesus. Karena kecerdasan itu bersifat global,” jelasnya kepada Radar Semarang, kemarin (30/3).
Zainul juga menghubungkan kecerdasan dengan Psikologi sufistik. Artinya, orang yang mempunyai kecerdasan nabi secara otomatis dapat menjadi solutif bagi siapa saja. Ia dapat juga mengobati orang yang sakit. “Bedanya orang tersebut menjadi terapis secara holistik,” terangnya.
Pertemuan kecerdasan kenabian dengan psikologi sufistik adalah terdapat pada sisi psikoterapi, yang fokusnya adalah sisi rohani. Yakni: hati, diri dan jiwa. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah ilham dan intuisi sebagai representasi kebersihan jiwa seseorang dan kedekatannya dengan Tuhan.
“Sebenarnya ini adalah khazanah klasik dari para serjana terdahulu. Namun melalui penelitian ini coba dikuak secara konstruksi ilmu pengetahuannya,” terang bapak tiga anak ini. (mg1/ton)


*) dimuat di Radar Semarang, 31 Maret 2013

Jumat, 29 Maret 2013

KA Tawang Jaya Naik Tarif jadi Rp 100 Ribu Berlaku 1 april


KOTA – Long weekend alias libur panjang akhir pekan ini, membuat volume penumpang kereta api (KA) - baik di Stasiun KA Tawang maupun Poncol - meningkat. Lonjakan mencapai 20 persen. Tercatat tiket untuk 31 Maret, ludes terjual.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Humas Daop IV PT KAI, Surono, kemarin, di kantornya. Meski pihaknya telah menyediakan 4.500 tiket perhari untuk KA jarak jauh; dan 4.000 tiket KA lokal, semuanya habis terjual.

“Untuk kereta api jurusan lokal sudah terjual sekitar 50 persen. Animo masyarakat untuk menggunakan kereta api sangat besar.”

Dikatakan, hanya tersisa sekitar separo dari tiket kereta api rute jarak menengah atau lokal yang berjumlah 4.000 lembar. Selama libur panjang, per hari, Daop IV menyiapkan 8.700 tiket. “Sebanyak 8.700 tiket terdiri atas 4.700 tiket KA jarak jauh dan 4.000 tket KA rute lokal. Jumlah tiket ini tidak terpaut jauh dengan jumlah tiket yang yang disediakan di hari biasa ataupun libur akhir pekan biasanya.”

Untuk libur akhir pekan biasa, daop IV menyediakan 3.500 tiket KA jarak jauh dan 3.200tiket KA lokal. “Sedikit meningkat jika dibanding hari biasa. Di hari Minggu, tiket KA jarak jauh sudah terpesan semua dan tiket kereta api lokal sudah terpesan 50 persen.”

Sementara itu, untuk Jum’at dan Sabtu, hingga saat ini sudah terjual sekitar 80 persen. “Baik untuk jarak jauh maupun lokal.”

Mengatasi lonjakan penumpang, lanjut Surono, Daop IV telah menambah 1-2 gerbong di masing-masing KA. Yang semula 7 gerbong, kini menjadi 8 atau 9 gerbong.

“Gerbong yang ditambah meliputi KA Menoreh, KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Fajar Utama,” bebernya.

Adakah kenaikan harga tiket? Surono mengklaim, harganya hampir mendekati batas atas. “Adapun jenis kereta api non-AC tarifnya tetap.”Tujuan yang paling banyak diminati calon penumpang adalah Jakarta dan Bandung.

Surono juga mengatakan, per 1 April nanti, Daop IV akan mengganti KA Tawang Jaya non-AC menjadi AC semua. Harga tiket yang dulunya Rp 35 ribu, berubah menjadi Rp 100 ribu an. “Bukannya mahal, tetapi untuk biaya operasional,” tambahnya. (mg1/mg3/isk/cel)

*) dimuat di Radar Semarang, 29 Maret 2013

Solar langka, Nelayan Menjerit

TAMBAKLOROK – kelangkaan solar bersubsidi di pasaran menyebabkan nelayan di Tambaklorok, Tanjung Mas, Semarang Utara menjerit. Mereka mengaku kesulitan menjalankan aktivitas mencari ikan di laut. Akibatnya, pendapatan mereka turun drastis.

Sudah seminggu para nelayan kesulitan mendapatkan solar. Padahal sekali melaut, mereka butuh solar 50-60 liter. Praktis, para nelayan kini banyak yang tidak melaut. Mereka justru menghabiskan waktu untuk memperbaiki kapal dan jaring.

“Kalau ada solar ya miyang (melaut, Red). Kalau tidak ada ya di rumah saja,” ujar Sardi, 70,warga Tambaklorok RT 10 RW 14 Kelurahan Tanjung Mas.

Banyaknya nelayan yang tidak melaut, menyebabkan pasokan ikan turun.  Akibatnya, harga ikan pun mengalami kenaikan. Apalagi ditambah sulitnya mendapatkan solar.
Sardi mencontohkan, Harga udang yang dulunya 45 ribu sekarang naik menjadi 60 ribu per kg. “Ya, biar bisa beli solar lagi, Mas,” ujar Sardi kepada Radar Semarang, kemarin (28/3).

Warga Lainnya, Supriyanto, 45, mengaku sangat terpukul mengetahui semakin langkanya bahan bakar solar. Terlebih jika mengetahui ada pihak-pihak yang sengaja bermain di belakang kelangkaan bahan baku tersebut.

“Saya itu sudah tidak percaya dengan pejabat yang mengumbar janji akan membantu kami. Buktinya, masyarakat yang selalu menjadi korbannya,” ujarnya.

Sumarni, 49, pengecer solar di kampung tersebut merasa prihatin dengan kelangkaan solar saat ini. Ia bahkan mengecam pihak-pihak yang berperan atas kasus tersebut. “Wah, mateni tenan, Mas. Banyak nelayan yang tidak bisa melaut lagi,” ujarnya.

Meski demikian, Sumarni masih berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalahan tersebut. “Sediakan solar sebanyak-banyaknya bagi kami, agar warga kampung sini bisa melaut lagi dan menghidupi keluarga,” ungkapnya. (mg1/aro/cel)



*) dimuat di Radar Semarang, 29 Maret 2013

Kamis, 28 Maret 2013

Kalau Memang Cinta, Tak Perlu Gengsi

BERMULA DARI BENCI – Adegan lakon Orang Kasar yang dimainkan Sarkem menyentil tentang kasih sayang

NGALIYAN - Sanggar kemanusiaan (Sarkem) Yogyakarta, Jum’at (22/3) malam, menampilkan pementasan teater berlakon Orang Kasar.

Pementasan berlangsung di Auditorium Kampus I IAIN Walisongo. Pementasan menggandeng Kelompok Pekerja Teater (KPT) BETA IAIN Walisongo, selaku penyelenggara.

Lakon karya Anton Chekov ini bercerita tentang dua orang yang saling berlaku kasar dalam tindakan maupun kata-kata namun pada akhirnya saling jatuh cinta.
Nyonya Martopo, seorang janda yang ditinggal mati suami, mencoba untuk berlaku setia terhadap sang suami. Namun ternyata si suami punya utang yang belum dibayarkan.
Belum genap tujuh bulan kematian suami, hadir Baitul Bilal, mantan tentara revolusi sekaligus teman almarhum suami Nyonya Martopo. Bilal menagih utang almarhum suaminya.

Utang harus dibayar saat itu juga. Merasa bukan urusannya, Nyonya Martopo menolak. Perseteruan pun terjadi, sampai-sampai Pak Darmo --pembantu Nyonya Martopo-- tidak mampu meredam. Dalam perseteruan tersebut, muncullah benih-benih cinta di antara keduanya. Kekuatan cinta itulah yang nantinya bisa melebur amarah.

Pimpinan produksi, Nadia Aghnia menjelaskan, melalui pementasan Orang Kasar, Sarkem ingin mengajak siapa saja untuk bersikap jujur pada diri sendiri dan kepada orang lain.

“Tidak perlu gengsi atau malu mengungkapkan kasih sayang. Ditambah lagi, dengan begitu banyaknya ‘topeng pencitraan’ yang sering kita jumpai di mana saja,” sentil Nadia.

Tak pelak, pementasan yang berakhir pukul 21.30 ini pun mendapat applause dari semua hadirin yang memadati gedung tersebut.

Dengan penataan artistik dan peralatan yang serba komplet, menjadikan pementasan kali ini terkesan sempurna. “Dari semua pementasan sebelumnya (Jogja dan Solo, Red), di sini yang paling mengesankan,” ujar Jaka AZ, Sutradara pementasan.

Arwani, perwakilan dari KPT BETA mengaku senang dengan respons masyarakat. Para 
pengunjung tak hanya mahasiswa. Tapi juga masyarakat pecinta seni. Tercatat yang hadir, kelompok teater dari Pekalongan dan kota Semarang. “Ini berkat kerja keras dari teman-teman semua,” jelas Mahasiswa Jurusan Tarbiyah ini.

Sebelumnya, Sarkem juga mementaskan lakon yang sama di Rumah Budaya EAN Kadipiro, Bantul, DI Jogjakarta. Juga di Sanggar Teater Tesa Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS Solo.
IAIN Walisongo merupakan tempat pementasan terakhir dalam rangkaian Pentas joglosemar (Jogjakarta – Solo – Semarang)”. (mg1)


*) dimuat di Radar Semarang, 24 Maret 2013

Sabtu, 09 Maret 2013

Peran Perempuan Terhambat

LEMPONGSARI – Partisipasi perempuan dalam politik di Jawa Tengah dinilai masih terhambat. Terbukti dalam Pemilihan Gubernur (pilgub) 2013 tidak ada cagub dan cawagub perempuan. Tidak hanya itu, perempuan juga diposisikan sebagai ‘penonton’ dalam pentas akbar perpolitikan di Jawa Tengah. 

Hal itu disampaikan Dian Puspitasari, perwakilan dari Legal Resouces Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang dalam diskusi publik di Kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah, Jalan Veteran Semarang, kemarin (7/3). Diskusi Publik yang diselenggarakan Jaringan Perempuan PMII (JPP) Walisongo ini mengangkat tema Partisipasi Perempuan dalam Pilgub Jateng 2013. Diskusi ini juga mendatangkan pembicara Ketua Komisi Pemilihan Umum Jateng, M. Fajar SAKA, dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, M. Rofiuddin. 

Dian menjelaskan, isu perempuan tidak menjadi isu utama dalam kebijakan pemerintah Provinsi Jateng. “sistem politik yang mengesampingkan partisipasi perempuan tidak bisa disebut sebagai sistem politik yang demokratis,” ujar lulusan Fakultas Hukum Unissula ini. (mg1/ton/cel)

*) dimuat di Radar Semarang, 08 Maret 2013